asiarcseldyastriliaadheanti

Analysis: Sun Explosion

Posted on: April 18, 2011

Analysis:

Mengantisipasi dampak badai matahari, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menganjurkan agar perusahaan berbasis satelit menyediakan sistem back up.
Hal ini diungkapkan Profesor Riset Astronomi LAPAN Thomas Djamaluddin, sebagai langkah antisipasi menghadapi kemungkinan terburuk. Seperti diketahui, perusahaan yang operasionalnya bergantung pada satelit kerap menjadi sasaran fenomena astronomi seperti ini.
“Informasi mengenai badai matahari ini sifatnya global, kami yakin perusahaan berbasis satelit selalu update dengan informasi seperti ini. Mereka biasanya mengambil informasi dari sumber tercepat,” kata Thomas. LAPAN pun memiliki kewajiban mensosialisasikan berbagai hal terkait astronomi serta memberikan peringatan dini kepada pihak terkait, jika fenomena tersebut potensial membahayakan.  “Jauh-jauh hari mereka memang sudah aware. Nantinya kami memberikan pemahaman dan berbagai saran untuk antisipasi. Salah satu contohnya, mematikan sementara sistem mereka atau menyediakan sistem back up,” terang Thomas.  Ledakan badai matahari, seperti dijelaskan Thomas tidak akan langsung mengenai bumi. Hal itu karena jarak bumi dan matahari cukup jauh, sekira 150 juta km.
“Delapan menit setelah ledakan, barulah dapat diprediksi apakah akan mengenai bumi atau tidak. Setelah itu, LAPAN langsung menyebarkan informasi tersebut,” ujarnya.
Kekuatan ledakan pun menurutnya tidak dapat diprediksi. Dalam hitungan hari atau beberapa jam sebelum prediksi terjadinya ledakan, barulah kekuatan ledakan dapat diketahui dengan memantau aktivitas matahari.  “Yang jelas, fenomena badai matahari tidak perlu disikapi berlebihan. Waspada perlu, tapi jangan khawatir, fenomena ini merupakan aktivitas matahari normal dan tidak sampai menghancurkan bumi,” tandas Thomas  Sementara itu Menjelang kedatangan Global Astronomi Month (GAM) atau Bulan Astronomi Global yang jatuh pada April, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengaku belum menyiapkan kegiatan khusus menyambut perayaan itu. Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Profesor Riset Astronomi LAPAN Thomas Djamaluddin belum bisa mengatakan kegiatan apa yang akan dilakukan LAPAN April mendatang.  “Saya belum bisa sebutkan kegiatan apa saja yang akan dilakukan LAPAN. Yang jelas, kami pasti akan turut berkontribusi mensosialisasikan astronomi kepada masyarakat. Pada perayaan Tahun Astronomi Internasional 2009 lalu, salah satunya LAPAN mengadakan acara Space Week,” kata Thomas. Menurut Thomas, sosialisasi astronomi sangat perlu bagi masyarakat dan bisa mengantarkan pelajar memahami sains.  “Astronomi itu menarik. Dengan kegiatan astronomi kita bisa mengenalkan sains dengan cara yang menyenangkan. Contohnya mengamati rasi bintang, melihat bagaimana bintang mengeluarkan cahaya. Nantinya pengamatan itu akan terkait dengan cabang ilmu sains lainnya seperti fisika dan matematika,” terangnya.  Itu sebabnya, LAPAN tidak akan mau ketinggalan turut menyebarluaskan informasi astronomi melalui berbagai kegiatan, termasuk ketika GAM datang. Radiasi dari ledakan matahari besar dalam empat tahun terakhir diperkirakan akan mencapai Bumi pada hari Jumat atau Sabtu. Peristiwa semacam itu dapat menyebabkan matinya jaringan radio dan mengganggu satelit komunikasi, namun ledakan itu juga akan menghasilkan permainan cahaya aurora atau Northern Lights yang amat terang. Senin lalu, ilmuwan badan antariksa Amerika (NASA) melaporkan sebuah ledakan matahari (solar flare) kelas X, ledakan besar pertama dalam empat tahun ini. Ledakan kelas X adalah yang paling kuat dibandingkan seluruh peristiwa matahari lainnya, yang dapat memicu matinya jaringan radio dan badai radiasi dalam jangka panjang.  Ledakan itu adalah satu dari rentetan tiga ledakan matahari dan memicu spekulasi adanya peningkatan siklus surya yang baru. “Ini adalah salah satu peristiwa surya pertama dari solar maximum berikutnya, yaitu ketika anda akan melihat ledakan matahari dalam jumlah yang amat banyak,” kata Brady O’Hanlon, ilmuwan di Cornell University di Ithaca, New York. O’Hanlon mengatakan aktivitas matahari umumnya mencapai puncak pada siklus 11 tahun. “Selama ini kita berada dalam salah satu periode 11 tahun yang paling tenang,” katanya.
Ledakan matahari adalah pelepasan energi singkat yang intens. Mereka terlihat sebagai daerah terang di matahari, menghasilkan radiasi tingkat tinggi dan partikle bermuatan yang dapat mengintesifkan angin surya, lontaran partikel bermuatan listrik dari matahari. 2 pesawat luar angkasa milik nasa menangkap ledakan hebat di matahari.peristiwa langka ini menimbulkan jilatan awan matahari hingga sepanjang  700rb km. 2 pesawat luar angkasa nasa menangkap gambar peristiwa ledakan matahari selama 30jam pada 26 & 27 sept lalu.
menurut nasa, ledakan yang mengakibatkan awan gas dingin menyeruak ke permukaan matahari, disebabkan oleh kekuatan medan magnet.ledakan matahari begitu besar, sehingga kedua peaswat milik nasa pun mampu merekam dengan baik peristiwa langka ini.
Menurut Nasa, Awan gas di permukaan matahari pecah dan terdorong hingga keluar angkasa. jika dilihat secara kasat mata, panjang jilatan matahari ini mencapai separu diameter matahari atau lebih dari 55kali diameter bumi.

Referensi : http://www.suaramedia.com, http://www.tempointeraktif.com, dan http://www.adandu.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Calendar

April 2011
M T W T F S S
« Mar   May »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

My Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d bloggers like this: